MANUSIA KERDIL/HOMO FLORESIENSIS FLORES NUSA TENGGARA TIMUR

 

PENJELASAN TENTANG MANUSIA KERDIL YANG BERADA DI DAERAH FLORES NUSA TENGGARA TIMUR



 

 

Nama          : Akmal Qautsar

NPM           : 10521072

Kelas          : 1PA40

Mata Kuliah: Matematika dan Ilmu Alamiah dasar

FAKULTAS PSIKOLOGI

JURUSAN PSIKOLOGI

UNIVERSITAS GUNADARMA

2021

PENJELASAN TENTANG MANUSIA KERDIL FLORES

  1. PENJELASAN MANUSIA KERDIL/HOMO FLORESIENSIS




Homo floresiensis adalah manusia purba berukuran kerdil yang mendiami sebuah pulau terpencil di Negara Indonesia. Jenis manusia purba ini sering dijuluki sebagai hobbit. Julukan ini diberikan oleh peneliti yang menemukan fosil dari genus Homo ini. Homo floresiensis diperkirakan hidup antara 95.000 sampai 18.000 tahun yang lalu. Selama lebih dari satu juta tahun, pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, merupakan rumah bagi spesies manusia berukuran kerdil. Hobbit yang misterius. Disebut Homo floresiensis, manusia primitif itu hanya setinggi 3 kaki (0,9 meter), dan sampai sekarang sedikit yang diketahui tentang asal-usul mereka

Para ilmuwan melakukan penelitian paling komprehensif di dunia tentang tulang orang Flores, dan menemukan bahwa kemungkinan besar mereka berevolusi bersamaan dengan Homo habilis. Homo habilis adalah salah satu spesies manusia paling awal, yang tinggal di Afrika sekitar 2,1 hingga 1,5 juta tahun yang lalu.

  1. ASAL USUL

Hasil penelitian yang menyatakan bahwa manusia kerdil Flores ini berasal dari nenek moyang yang sama dengan manusia kerdil Afrika Homo habilis menimbulkan pertanyaan bagaimana manusia kerdil ini tiba dan berkembang di Flores yang  diperkirakan terjadi  sekitar 540.000 tahun yang lalu.

Kemungkinan besar manusia kerdil Flores mengalami evolusi di Afrika dan bermigrasi ke wilayah lain.  Namun dimungkinkan juga bahwa manusia kerdil Flores ini memiliki nenek moyang yang sama dengan manusia kerdil Afrika dan selanjutnya mengalami evolusi di wilayah lain dan berkembang menjadi Homo floresiensis.

Studi terdahulu terhadap  tengkorak, rahang, tangan, bahu, kaki, memang mengarah pada kesimpulan bahwa manusia kerdil Flores ini berevolusi dari manusia mdern Homo erectus. Namun jika dilihat lebih dalam lagi ternyata struktur rahang manusia kerdil Flores lebih primitif  jika dibandingkan dengan struktur rahang manusia modern. Artinya manusia kerdil Flores ini bukan hasil evolusi dari manusia modern Homo erectus Diperkirakan manusia kerdil Flores ini merupakan salah cabang evolusi manusia yang terjadi sekitar 1,75 juta tahun yang lalu. Bahkan terdapat kemungkinan manusia kerdil Flores ini berevolusi lebih awal dari manusia kerdil Afrika Homo habilis Jika manusia kerdil Flores berevolusi lebih awal dari manusia kerdil Afrika Homo habilis, maka tentu saja Indonesia akan menjadi perhatian dunia karena ada kemungkinan Indonesia merupakan salah satu pusat evolusi manusia disamping Afrika.

 

  1. CIRI-CIRI FISIK HOMO FLORESIENSIS

           Salah satu ciri-ciri Homo floresiensis yang terlihat adalah ciri-ciri fisiknya.

           Ciri-ciri fisik manusia purba Homo floresiensis

o   Memiliki ukuran tubuh yang kerdil

o   Memiliki tengkorak yang relatif panjang dan rendah

o   Mempunyai ukuran otak yang sangat kecil

o   Memiliki volume otak sebesar 380 cc

o   Memiliki rahang yang menonjol

o   Mempunyai dahi yang sempit

o   Mempunyai berat badan 25 Kg

o   Mempunyai tinggi badan sekitar 106 cm

Berdasarkan pada ciri-ciri fisik yang telah disebutkan di atas, maka kapasitas cranical Homo floresiensis di bawah dari Homo erectus yang memiliki kapasitas cranial sebesar 1000 cc dan Homo sapiens yang memiliki kapasitas cranial sebesar 1400 cc.

 

  1. KONTROVERSI PENEMUAN KERANGKA HOMO FLORESIENSIS

Beberapa pihak yang menampik bahwa tulang tengkorak tersebut bukan dari kelompok manusia. Para peneliti berpendapat bahwa kerangka tersebut merupakan manusia purba yang ditemukan dalam penggalian di Liang Bua yang dahulunya mengidap penyakit microcephali (kepala kecil). Pendapat yang menyatakan bahwa fosil ini berasal dari spesies bukan manusia ditentang oleh kelompok peneliti yang juga terlibat dalam penelitian ini, yang dimotori oleh Profesor Teuku Jacob dari Universitas Gadjah Mada.  Berdasarkan hasil temuannya, fosil dari Liang Bua berasal dari sekelompok orang katai Flores. Sekelompok orang ini sampai sekarang masih bisa diamati pada beberapa populasi di sekitar lokasi penemuan, yang menderita gangguan pertumbuhan yang disebut microcephali (kepala kecil) .Menurut mereka, sisa manusia dari Liang Bua merupakan moyang manusia katai Homo sapiens yang sekarang juga masih hidup di Flores dan termasuk kelompok Australomelanesoid. Kerangka tersebut terbaring di Liang Bua itu menderita microcephali (kepala kecil), yaitu bertengkorang kecil dan berotak kecil. Perbedaan pendapat ini sempat memanas, bahkan sampai membuat Liang Bua dan beberapa gua disekitarnya dinyatakan tertutup untuk para peneliti asing. Selepas Profesor Jacob wafat pada tahuun 2007, lokasi penemuan kembali dapat diakses bagi penelitian.

 

5.     EVOLUSI HOMO FLORESIENSIS

Evolusi yang terjadi pada Homo floresiensis yang berada di flores nusa tenggara timur adalah sebuah evolusi homo sapiens yang upnormal yang dimana pertumbuhan badan dan hormonal berbeda dengan homo sapiens, evolusi ini ada 2 faktor yang mendukung yaitu tempat tinggal dan berkoloni. yang dimana tempat tinggal ini sangatlah berpengaruh dikarnakan iklim dan cuaca pada tempat tinggal mereka yaitu pada daerah flores yang mempunyai iklim yang suhu udara beragam antara 21,2° celcius - 33,4° celcius.Lalu berkoloni yang dimana ini juga merupakan sebuah faktor juga akan terjadinya evolusi karna m homo floresiensis berkoloni dan bekerja sama untuk bertahan hidup dan juga ada faktor yang mendukung bahwa mereka berkoloni. evolusi pada homo floresiensies ini relevan dengan materi evolusi charles darwind yang dimana teori ini menjelaskan bahwa evolusi ini disebabkan oleh seleksi alam, dan dimana evolusi yang terjadi pada homo floresiensis ini  kemungkinan terjadi karna seleksi alam.




Daftar Pustaka

https://sejarahlengkap.com/pra-sejarah/ciri-ciri-homo-floresiensis

https://www.kompasiana.com/rrnoor/58fa913b6ea834ff048b4568/terungkap-asalnya-manusia-kerdil-flores

https://www.gatra.com/detail/news/258318-manusia-kerdil-flores-manusia-pertama-di-luar-afrika

https://www.kompasiana.com/rrnoor/58fa913b6ea834ff048b4568/terungkap-asalnya-manusia-kerdil-flores?page=all





 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Ilmu Alamiah Dasar Penjelasan Teori Out Of Africa