Karya Tulis Ilmiah Penjelasan Kehidupan Di Bumi Dan Kaitan nya Dengan Psikologi

 

Penjelasan Kehidupan Di Bumi Dan Kaitan nya Dengan Psikologi



Nama : Akmal Qautsar

NPM : 10521072

Kelas : 1PA40

Mata Kuliah : Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar

 

 

Fakultas Psikologi

Jurusan Psikologi

       UNIVERSITAS GUNADRMA

TANGERANG

2021



KATA PENGANTAR

 

Assalamualikum Wr. Wb.

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami,sehingga saya dapat menyelesaikan karya ilmiah ini tentang Penjelasan Kehidupan Di Bumi dan Kaitan nya Dengan Psikologi

Melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen mata kuliah Matematika dan Ilmu alamiah Dasar yang telah memberikan dukungan moral dan materi pada kami. Terima kasih juga saya ucapkan kepada  pihak-pihak lain yang mendukung saya dalam menyusun karya alamiah dasar ini.

Saya menyadari bahwa artikel ilmiah ini jauh dari kata sempurna dan terdapat banyak sekali kekurangan di dalamnya. Oleh sebab itu, kami sangat berharap adanya saran, kritik, serta usulan yang dapat memperbaiki artikel ilmiah kami selanjutnya di masa yang akan datang. Semoga karya ilmiah yang telah saya susun ini bermanfaat bagi diri saya maupun pembaca.

 

 

Tangerang 18 Oktober 2021

 

Penyusun

 

DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR…………………………………….............

DAFTAR ISI………………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………

1.1           Latar Belakang……………………………………………....

1.2           Rumusan Masalah…………………………………………...

1.3           Tujuan Penelitian……………………………………………

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………

2.1     Definisi Kehidupan…………………………………………..

2.2     Teori Awal Kehidupan Di Bumi……………………………..

2.3     Asal Mula Kehidupan Di Bumi………………………………

2.4     Klarifikasi Kehidupan………………………………………..

2.5     Hubungan Dengan Psikologi……………………………….....

BAB III

3.1     Kesimpulan…………………………………………………….

3.2     Saran……………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….

 

Bab I

Pendahuluan

 

1.1            Latar belakang

           Kehidupan adalah ciri yang membedakan objek fisik yang memiliki proses biologis (yaitu organisme hidup) dengan objek fisik yang tidak memilikinya, baik karena fungsi-fungsi tersebut telah berhenti (karena telah mati) atau karena mereka tidak pernah memiliki fungsi tersebut dan diklasifikasikan sebagai benda mati.Ilmu yang berkaitan dengan studi tentang kehidupan adalah biologi.

 

1.2              Rumusan Masalah

1.    Apa Kaitan  Psikologi dengan Kehidupan di bumi?

 

1.3     Tujuan Penelitian

          Untuk mengetahui tentang kehidupan dibumi dan sangkut paut nya                dengan Psikologi

           

 

 

 

 

 

 

Bab II

Pembahasan

 

2.1    Definisi Kehidupan

          Untuk mendefinisikan "kehidupan" dalam istilah yang tegas masih merupakan tantangan bagi para ilmuwan dan filsuf.Mendefinisikan "kehidupan" adalah hal yang sulit, karena hidup adalah sebuah proses, bukan substansi murni.Definisi apapun harus cukup luas untuk mencakup seluruh kehidupan yang dikenal, dan definisi tersebut harus cukup umum, sehingga, dengan itu, ilmuwan tidak akan melewatkan kehidupan yang mungkin secara mendasar berbeda dari kehidupan di bumi. Kehidupan adalah ciri yang membedakan objek fisik yang memiliki proses biologis (yaitu organisme hidup) dengan objek fisik yang tidak memilikinya, baik karena fungsi-fungsi tersebut telah berhenti (karena telah mati) atau karena mereka tidak pernah memiliki fungsi tersebut dan diklasifikasikan sebagai benda mati. Ilmu yang berkaitan dengan studi tentang kehidupan adalah biologi.

Kehidupan hadir dalam berbagai bentuk organisme di Bumi, seperti tumbuhanhewanfungiprotistaarkea, dan bakteri. Organisme hidup mengalami metabolisme, mempertahankan homeostasis, memiliki kemampuan untuk tumbuh, menanggapi rangsangan, bereproduksi, dan melalui seleksi alam—beradaptasi dengan lingkungan mereka dalam generasi berturut-turut. Organisme hidup yang lebih kompleks dapat berkomunikasi melalui berbagai cara. Sifat-sifat umum dari organisme ini yaitu sel berbasis karbon dan air, dengan organisasi kompleks dan informasi genetik yang bisa diwariskan.

 

2.2     Teori Awal Kehidupan Di Bumi

1. Materialisme

Teori ini menyatakan bahwa semua yang ada adalah materi, dan bahwa semua kehidupan pada dasarnya adalah bentuk atau pengaturan yang kompleks dari materi. Empedlokes (430 SM) berpendapat bahwa setiap hal di alam semesta terdiri dari kombinasi empat “elemen” abadi atau “akar dari semua”: bumi, air, udara, dan api. Semua perubahan dijelaskan oleh pengaturan dan penataan ulang dari empat elemen tersebut. Berbagai bentuk kehidupan disebabkan oleh campuran yang tepat dari unsur-unsur. Misalnya, pertumbuhan tanaman disebabkan oleh gerakan ke bawah secara alami unsur bumi dan gerakan ke atas secara alami dari api.

2. Hylemorfisme

Teori yang berasal dari Aristoteles (322 SM) ini menyatakan bahwa segala sesuatu adalah kombinasi dari materi dan bentuk. Aristoteles adalah salah satu penulis kuno pertama yang melakukan pendekatan pada subjek hidup dengan cara ilmiah. Biologi adalah salah satu minat utamanya, dan terdapat bahan biologi yang ekstensif dalam tulisan-tulisannya. Menurut dia, segala sesuatu di alam semesta material memiliki unsur materi dan bentuk. Bentuk dari suatu makhluk hidup adalah jiwanya (dalam bahasa Yunani psyche, Latin anima). Menurut Aristoteles, terdapat tiga macam jiwa, yaitu:

·         Jiwa Vegetatif : tanaman, yang menyebabkan mereka untuk tumbuh dan membusuk dan memelihara diri mereka sendiri, tetapi tidak menyebabkan gerakan dan sensasi.

·         Jiwa Hewan : yang menyebabkan hewan untuk bergerak dan merasa.

·         Jiwa Rasional : merupakan sumber kesadaran dan penalaran yang (Aristoteles yakini) hanya ada pada manusia.

3. Vitalisme

Vitalisme adalah keyakinan bahwa prinsip kehidupan pada dasarnya tidak material. Gagasan ini berasal dari Georg Ernst Stahl (abad ke-17), dan bertahan hingga pertengahan abad ke-19.. Vitalisme menjadi daya tarik bagi filsuf seperti Henri BergsonFriedrich NietzscheWilhelm Dilthey, ahli anatomi seperti Marie François Xavier Bichat, dan ahli kimia seperti Justus Liebig.

 

 

2.3     Asal Mula Kehidupan Di Bumi

Ada beberapa pendapat berupa hipotesis ataupun teori tentang asal mula kehidupan di Bumi, diantaranya :

1.     Generatio Spontanea

Sebelum abad 17, orang menganggap bahwa makhluk hidup terbentuk secara spontan atau terbentuk dengan sendirinya. Anggapan ini disebut teori generatio spontanea.

Contoh :

·         Belatung dan ulat muncul dengan sendirinya dari bangkai tikus.

·         Dari gudang padi, muncul tikus.

Paham ini disebut abiogenesis artinya makhluk hidup dapat terbentuk dari bukan makhluk hidup, misalnya dari lumpur akan timbul cacing. Paham ini dipelopori oleh Aristoteles.

2.     Cosmozoa

Merupakan pendapat yang menyatakan bahwa makhluk hidup di bumi ini berasal dari luar Bumi, mungkin dari planet lain. Benda hidup itu datang dalam bentuk spora yang aktif, jatuh ke bumi lalu berkembang biak.

3.     Omne Vivum ex Ovo

Francisco Redi (1626-1697), ahli Biologi dari Italia, dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkai tikus berasal telur lalat. Kemudian mengemukakan pendapat bahwa dari telur atau Omne Vivum ex Ovo.

4.     Omne Ovo ex Vivo

Lazarro Spallazani (1729-1799), ahli Biologi Italia, dapat membuktikan bahwa mikroorganisme atau jasad renik yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu. Jika dididihkan kemudian ditutup rapat-rapat, maka pembusukkan tidak terjadi. Ia menyimpulkan bahwa telur berasal dari jasad hidup, atau Omne Ovo ex Vivo.

5.     Omne Vivum ex Vivo

Louis Pasteur (1822-1895), sarjana kimia Perancis, melanjutkan percobaan Spallanzia, yakni dengan menggunakan berbagai mikroorganisme. Ia berkesimpulan bahwa, agar timbul kehidupan baru, harus ada kehidupan sebelumnya atau Omne Vivum ex Vivo. Teori ini disebut juga Biogenesis. Dengan teori ini maka teori Abigenesis mulai ditinggalkan orang.

6.     Teori Uray

Harold Uray (1893), ahli kimia Amerika mengemukakan bahwa atmosfer pada mulanya kaya akan gas-gas metan (CH4), amoniak (NH3), hidrogen (H2), dan H2O. Zat-zat ini merupakan unsure penting dalam tubuh makhluk hidup.

Diduga karena adanya energi dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmos, unsure-unsur itu mengadakan reaksi kimia membentuk zat-zat hidup. Zat hidup yang mulanya terbentuk kira-kira sama dengan virus yang kita kenal sekarang. Zat ini setelah berjuta-juta tahun berkembang menjadi organisme.

7.     Teori Oparin – Haldene

Oparin, ahli biologi Rusia (1938), dan J.B.S Haldene, ahli biologi Inggris, secara terpisah mengemukakan pendapat yang sama mengenai asal mula kehidupan. Secara singkat pendapatnya adalah sebagai berikut: “Jasad hidup terbentuk dari senyawa kimia dalam laut pada saat atmosfer bumi belum mengandung oksigen bebas”. Jasad hidup pertama disebut  protobiont, diperkirakan hidup di dalam laut kira-kira 10 m dibawah permukaan laut.

 

 

2.4     Klarifikasi Kehidupan

Secara tradisional, manusia telah membagi organisme ke dalam kelas tumbuhan dan hewan, yang didasarkan terutama pada kemampuan mereka untuk bergerak. Upaya pertama yang diketahui untuk mengklasifikasikan organisme dilakukan oleh filsuf Yunani Aristoteles (384-322 SM). Ia mengklasifikasikan semua organisme hidup yang dikenal saat itu sebagai tanaman dan binatang. Aristoteles membedakan hewan dengan darah dari hewan tanpa darah (atau setidaknya tanpa darah merah), yang bisa dibandingkan dengan konsep vertebrata dan invertebrata. Ia membagi hewan berdarah ke dalam lima kelompok: hewan berkaki empat yang melahirkan (mamalia), burung, hewan berkaki empat yg bertelur (reptil dan amfibi), ikan dan paus.

Hewan-hewan tanpa darah juga dibagi menjadi lima kelompok: cephalopodacrustaceaserangga (yang juga termasuk laba-labakalajengking, dan kelabang, selain apa yang sekarang kita definisikan sebagai serangga), hewan bercangkang (seperti moluska dan kebanyakan echinodermata) dan "zoofit." Meskipun karya Aristoteles dalam zoologi bukan tanpa kesalahan, itu adalah sintesis biologis terbesar saat itu dan tetap menjadi otoritas tertinggi selama berabad-abadsetelah kematiannya.

Dalam biologitumbuhan adalah organisme eukariota multiseluler yang tergolong ke dalam kerajaan Plantae. Di dalamnya terdiri atas beberapa klad yakni, tanaman berbungaGymnospermae atau Tumbuhan berbiji terbukaLycopodiopsidapaku-pakuanlumut, serta sejumlah alga hijau. Klasifikasi tumbuhan masa lalu memasukkan pula semua alga ("ganggang") dan fungi (cendawan, termasuk jamur lendir, bahkan bakteri), sebagai anggotanya. Batasan tumbuhan semacam ini dikenal sebagai tumbuhan dalam arti luas, yang kini dianggap sudah usang.Kritik-kritik yang muncul membuat fungi dipisahkan dari tumbuhan. Meskipun tumbuh stasioner, fungi bersifat saprotrof, mendapatkan energi dari sisa-sisa bahan organik. Selain itu, dinding sel fungi tidak tersusun dari selulosa, bahan yang menyusun dinding sel tumbuhan, tetapi tersusun dari kitin, yang malah kebanyakan dihasilkan hewan.

Jamur pada awalnya dianggap sebagai tanaman. Untuk jangka pendek Linnaeus telah menempatkan mereka di kelompok Vermes dalam Animalia. Ia kemudian menempatkan mereka kembali di Plantae. Herbert Copeland menglasifikasikan jamur dalam Protoctista, sehingga menghindari masalah tetapi mengakui status khusus mereka. Masalah itu akhirnya dipecahkan oleh Robert Whittaker, ketika ia memberi mereka kerajaan sendiri dalam sistem lima kerajaannya. Ternyata, jamur lebih erat dengan hewan daripada tumbuhan.

 

 

2.5 Hubungan Dengan Ilmu Psikologi

 

Dari aspek kehidupan dibumi yang turun temurun dari generasi ke generasi . Bidang psikologi meninjau dari aspek yang berupa sifat, intelegensi, bakat. Bidang psikologi sebagai bidang yang mempelajari manusia yakni makhluk yang bersifat kompleks tentunya harus bekerja sama dengan mahluk lainnya. Sebaliknya setiap cabang bidang yang berhubungan dengan kehidupan dibumi kurang sempurna jika tidak mengambil pelajaran dari bidang psikologi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab III

Penutup

 

3.1 Kesimpulan

 

Psikologi bersifat timbal-balik. Perilaku mahkluk hidup dibumi tidak hanya dipelajari oleh psikologi. Psikologi ditinjau dari aspek turun-temurun berupa sifat, intelegensi, bakat. Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia yakni makhluk yang bersifat kompleks tentunya harus bekerjasama dengan ilmu-ilmu lain. Sebaliknya setiap cabang ilmu yang berhubungan dengan kehidupan kurang sempurna jika tidak mengambil pelajaran dari psikologi.

 

3.2 Saran

Psikologi sangat besar peranannya dalam perkembangan kehidupan di bumi,khusus nya manusia sehingga, diharapkan kepada kita semua untuk selalu mengembangkan wawasan dan memperdalam pemahaman tentang kehidupan di bumi yang berkaitan dengan Psikologi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

          

      

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://id.wikipedia.org/wiki/Kehidupan

https://dosenpsikologi.com/hubungan-psikologi-dengan-biologi

https://audirayatiputri.wordpress.com/2013/04/17/teori-awal-dan-asal-mula-kehidupan-di-bumi/

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Ilmu Alamiah Dasar Penjelasan Teori Out Of Africa

MANUSIA KERDIL/HOMO FLORESIENSIS FLORES NUSA TENGGARA TIMUR